derapjambi.co_koja – Mulai dari pusat hingga daerah sampah menjadi “primadona” untuk dibincangkan, pasalnya lajunya seperti sulit dikendalikan hal ini diperparah perilaku sebagian besar masyarakat yang buang sampah sembarang dan tidak pada tempatnya.
Erfan ketua RT 09 Kelurahan Tahtul Yaman Kecamatan Pelayangan Koja kepada media menuturkan (02/11) keprihatinan nya terhadap banyaknya sampah khusus di wilayahnya membuat ia dan rekan-rekannya berinisiatif untuk mencoba mengendalikan serta memanfaatkan sampah dengan cara mengurai dan mengolah dengan membentuk bank sampah.
Dikatakannya lagi dengan cara mekanisme door to door serta sosialisasi kepada masyarakat bahwa sampah yang bapak/ibu hasilkan setiap hari bisa ditukar dengan uang, sembako dan kebutuhan lainnya, bebernya.
Hal tersebut bisa didapat jika bapak/ibu memilah sampahnya dengan memisahkan sampah organik dan non organik selanjutnya dari pilahan sampah tersebut bisa diantar atau dijemput oleh petugas kami
Saya berterima kasih kepada Lurah Kelurahan Tahtul Yaman Zuhedi SE dan ketua DPW Perhimpunan Pelapak dan Pemulung Republik Indonesia Provinsi Jambi Abdurrahman Shiddiq yang telah mendorong serta memberi semangat sehingga Bank Sampah NSR berdiri, pungkasnya.
Dalam keterangan Lurah Tahtul Yaman Zuhedi SE sangat mendukung gerakan positif ini menurutnya sampah sudah sangat meresahkan dan membuat kumuh dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk setidaknya sampah yang mereka hasilkan bisa terkelola dan terus berperan aktif dengan bekerjasama dengan Bank sampah NSR, ujarnya.
Senada ketua DPW PPP-RI Provinsi Jambi Abdurrahman Shiddiq mengapresiasi serta mendukung penuh gerakan yang berkaitan dengan lingkungan serta sosial kemasyarakatan yang diinisiasi Erfan dan rekan-rekan teruslah berbuat demi bumi yang hijau dimana ekosistem hidup didalamnya (net_red)
















