derapjambi.co_koja – Fenomena pemulung dewasa ini acap kali kita jumpai dijalanan yang tersebar terutama di kota jambi sebagian kecil masyarakat yang like namun tidak sedikit pula yang dislike membuat keprihatinan Ketua Perkumpulan Pelapak Pemulung Republik Indonesia Provinsi Jambi Abdurahman Shiddiq.
Didalam paparannya ke media (01/05) pemulung juga adalah bagian dari masyarakat sekaligus ambil peran dalam pemilahan dan pengolahan sampah sebelum ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) talang gulo yang belum tentu orang lain mampu tukasnya
Namun problematika yang crowded serta kompleksitas pemulung dilapangan dibutuhkan sinergi semua pihak terutama pemerintah untuk mengurainya mulai dari kesehatan, pendidikan serta kebutuhan pangan sulit mereka dapatkannya karena multi keterbatasan
Dalam pengamatannya selama ini pemulung bereinkarnasi menjadi beberapa kelompok/cluster pertama pemulung paruh waktu yang aktivitas pagi mereka ngojek atau buruh waktu malamnya baru mulung.
kedua pemulung Nyambi ngemis yang kita temukan diwaktu dan tempat tertentu Ketiga pemulung nyambi sebagai pencuri dan terakhir pemulung sungguhan
Lawatan yang dilakukan Shiddiq mulai dari Dinsosdukcapil Provinsi, BAZNAS, Karo Kesra senada menyambut baik kunjungan serta program sosial dari DPW PPP-RI yang menyasar kaum minoritas yang setahu kami program ini belum ada sebelumnya ini program mulia, pokoknya kami dukung bang bebernya
Kota Jambi yang menjadi pilot project Verifikasi dan Validasi data guna mewujudkan Pelapak Pemulung dari “Zero to Hero” Mapping Area dan jalinan sinergi dari Kecamatan Danau Teluk, Pelayangan, Danau Sipin, Telanaipura, Kotabaru, Alam Barajo, Jambi Selatan, Jambi Timur,, Palmerah mendukung dan mengapresiasi langkah tersebut yang sangat positif dan selaras dengan program pemerintah
Dalam keterangan nya ke media Camat Kotabaru Jauharul Ikhsan, SH mewakili rekan koleganya sangat berterima kasih kepada ketua DPW PPP-RI Provinsi Jambi Shiddiq yang mau memikirkan yang belum tentu orang lain memikirkannya
Tidak dipungkiri ikhsan bahwa stigma negatif pemulung banyak tersemat di masyarakat namun dengan hadirnya PPP-RI stigma itu lambat Laun terkikis sedikit demi sedikit hingga sirna
Terkait data pemulung diwilayahnya dia akan menginstruksikan kepada jajarannya untuk memverifikasi dan memvalidasi dan selanjutnya jika sudah selesai segera dikabari, pungkasnya (net_red)














