derapjambi.co_batanghari – Upaya Kabupaten Batang Hari menuju swasembada pangan kian nyata. Pemerintah daerah menerima bantuan sebanyak 150 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu (21/01), sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas pertanian.
Bantuan yang bersumber dari anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 ini disalurkan melalui Dirjen Sapras Kementan dan diperuntukkan bagi enam brigade pangan di Batanghari.
Bupati Fadhil Arief, menyebut kehadiran alsintan tersebut menjadi penguat komitmen daerah dalam mempercepat kemandirian pangan. Menurutnya, modernisasi pertanian merupakan kunci agar petani mampu mengolah lahan secara efisien dan menghasilkan panen yang optimal.
“Dengan bantuan ini, petani tidak lagi bekerja secara konvensional. Pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan hasilnya diharapkan meningkat,” ujar Fadhil Arief saat penyerahan bantuan.
Total 150 unit alsintan yang diterima terdiri dari traktor roda dua singkal sebanyak 36 unit, traktor roda empat 11 unit, rice transplanter 11 unit, traktor roda crawler atau rotavator 20 unit, pompa air 3 inci sebanyak 20 unit, serta pompa air 6 inci sebanyak 12 unit untuk brigade pangan.
Selain itu, brigade Dinas juga memperoleh tambahan Alsintan berupa 20 unit traktor roda dua singkal, 14 unit traktor roda empat, lima unit traktor crawler atau rotavator, serta satu unit drone pertanian untuk mendukung pertanian presisi.
Fadhil Arief mengungkapkan bahwa Kabupaten Batang Hari saat ini berada di ambang swasembada pangan. Pada tahun sebelumnya, daerah ini masih mengalami kekurangan sekitar 55 ton beras, namun ia optimistis target tersebut dapat ditutup bahkan melampaui kebutuhan pada 2026.
“Tahun lalu kita masih minus sekitar 55 ton. Tahun ini kita optimistis bisa menutup kekurangan itu, bahkan berkontribusi bagi daerah lain,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemda, PPL, dan poktan. Sejak 2022, Pemkab Batang Hari telah memperkuat peran PPL tangguh sebagai ujung tombak pendampingan petani.
“Semangat kerja tidak boleh berubah. poktan harus tetap on the track agar rencana yang sudah disusun bisa tercapai, bahkan melampaui target luas tanam dan hasil panen,” tegasnya.
Sebagai simbol dimulainya pemanfaatan alsintan, Bupati Batang Hari turut mencoba langsung salah satu unit traktor di lokasi penyerahan bantuan (gune)













