derapjambi.co, Tanjabbar, – Diduga PLN ULP Kualatungkal abaikan instruksi Bupati kabupaten Tanjab Barat. Pasalnya jaringan listrik JTR tidak standar yang menggunakan batang pinang sebagai tiang JTR sepanjang 3 kilo meter lebih di Desa Sungai Terap, kecamatan Betara belum juga diganti.
Sejak dikeluhkan warga RT 08 Dusun Agung Desa Suangai Tetap kecamatan Betara, kabupaten Tanjab Barat, sejak sebelas bulan yang lalu hingga saat ini belum ada penggantian tiang dari pihak PLN ULP Kualatungkal.
Terpantau dilokasi kondisi tiang listrik yang menopang jaringan JTR sepanjang 3 kilo meter lebih tersebut masih terpasang batang pinang yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.
Hal itu kembali di uangkap warga Dusun Agung kepada media. Menurutnya sejak ditinjau langsung oleh Bupati Tanjab Barat pada Tahun 2021 lalu hingga saat ini belum ada penggantian tiang dari pihak PLN.
” Sampai saat ini belum ada penggantian tiang, kondisi masih sama seperti waktu ditinjau pak Bupati yaitu tiang batang pinang, ” kata warga (4/8/2022).
Menurutnya juga, terkait persoalan itu pihak desa sudah pernah bertemu langsung dengan pihak PLN yang dipasili oleh pemerintah kabupaten Tanjab Barat.
” Pada Tahun 2021 lalu sudah ada pertemuan antara pemerintah desa dengan pihak PLN, sayangnya sampai saat ini belum ada realisasi pengantin tiang dari PLN, ” sebut warga.
Sementara itu terkait jaringan listrik tidak standar yang menggunakan tiang dari batang pinang juga sempat menjadi sorotan pemerintah kabupaten Tanjab Barat beberapa waktu lalu. Bahkan Bupati Tanjab Barat, Drs H. Anwar Sadat, M. Ag terjun langsung kelokasi lakukan kroscek.
Kepada warga setempat dan perangkat Desa saat itu Bupati mengatakan, ini harus segera ditindaklanjuti apalagi melihat kondisi tiang PLN dari batang pinang ini banyak yang sudah rapuh.
” Ini harus segera di tindak lanjuti, dan tentunya akan kita koordinasikan dengan pihak PLN untuk segera menganti batang pinang dengan tiang PLN yang sesuai standar, ” tegas Bupati, Rabu (22/9/2021)
Menurut Bupati, selain kondisi batang pinang yang di jadikan tiang PLN terlihat sudah rapuh juga kondisi jaringan JTR PLN tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan warga setempat.
” Kondisi ini tidak bisa di biarkan berlarut – larut takutnya nanti ada kabel yang terkelupas bisa membayangkan masyarakat dan lingkungan sekitar, bukan tidak mungkin bisa berakibat kebakaran, ” ujarnya.
Sayangnya kepala PLN ULP Kualatungkal Sauqi belum berhasil dimintai keterangan terkait belum adanya progres pengantin tiang listrik batang pinang tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp (4/8/2022) hanya di baca namun tidak dibalas. Belum diketahui penyebab lambannya penanganan pihak PLN terkait jaringan tidak standar tersebut, sementara kondisi tiang dari batang pinang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas serta konsumen PLN yang ada di wilayah tersebut.(Sul)
















