derapjambi.co_koja – Pemulung dan Sampah adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang sering kita jumpai di perkotaan dan tentunya tidak semua orang yang suka di tangan Perkumpulan Pelapak Pemulung Republik Indonesia stigma itu akan lamban laun memudar dengan memberikan advokasi kepada mereka serta memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemulung adalah jugabagian dari kita dan juga mempunyai hak yang sama
Dilansir media Forum diskusi bersama Camat Kotabaru beserta jajarannya dibangun PPP-RI guna menyikapi problematika tersebut, Jauharul Ikhsan Sigap dan respon dengan memfasilitasi DPW dan DPD PPP-RI Kota Jambi membuka diskusi mengenai pemulung Senin pagi. (05/05) lengkap bersama para Lurah se-kotabaru dan stafnya bertempat diaula kantornya
“Ada Data yang harus dipersiapkan oleh kelurahan kita, yang mana proses pendataan masuk secara konkrit agar dapat diperlukan,” Imbuh Jauhari Ihsan Camat Kotabaru kota Jambi di ruang kerja nya saat berdiskusi santai.
Selain itu, Ia melanjutkan. bahwasanya dari sini kita lihat program PPP-RI selaras mendukung program Pemkot Jambi “BAHAGIA” yang Pentaskan walikota Jambi Dr. Maulana.
Maka, sebagaimana mengedepankan kordinasi bersama melalui regulasi, dedikasi, edukasi dan advokasi terhadap pemulung.
“Mengenai akses data yang nanti didapatkan akan kita sinkronkan dengan data DTKS yang ada di Dinas Sosial kita instruksikan kelurahan terkait pemulung jadikan atensi untuk dapatkan data validnya”
Adapun point pentingnya, yakni pemulung sebagai indikator penting dalam siklus mengurai sampah mulai sumber dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah yang berdampak pengurangan signifikan hingga ke TPA (tempat pemrosesan akhir) Talang Gulo, bebernya
Salah seorang lurah mempertanyakan terkait data pemulung yang seperti apa yang masuk dalam kategori, adapun kriterianya yakni memiliki identitas asal dan surat keterangan domisili, bermukim minimal 3 bulan dan memang mulung adalah pekerjaan utamanya jawab ketua DPD PPP-RI Koja Nurhad
Dalam statement nya ketua DPW PPP-RI Provinsi Jambi Abdurrahman Shiddiq Sinergi digelar pagi ini menyatukan instrumen dalam mensejajarkan kaum minoritas (pemulung) dengan masyarakat lainnya sebagai bentuk ungkapan rasa kemanusiaan.
“Shiddiq mengapresiasi serta berterima kasih kepada Camat serta jajaran seluruh kelurahan nya yang telah menfasilitasi serta menyambut baik program program kita,” Pungkasnya (net_red)
















