derapjambi.co_koja – Program dari Walikota Jambi Dr.dr Maulana MKM dalam penanganan pemilahan dan pengolahan sampah mulai dari sumber diaplikasi dengan memberikan Gerobak Motor (getor) kepada setiap kelurahan agar penanganan sampah dari sumber bisa tertangani yang akan mengurangi debit sampah ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) talang gulo.
Dirangkum media ini (25/11) Kabid Penanganan sampah Dinas LH Kota Jambi Mulyono dalam keterangan beberapa waktu silam ditanyakan menyoal Getor yang belum difungsikan mengatakan sudah sebagian besar kelurahan aktif berkordinasi terkait juknis pengoperasionalan getor namun juga tidak sedikit yang pasif dengan tidak merinci secara detail kelurahan yang aktif dan tidak
Lanjut Mulyono dalam pengoperasian getor di kelurahan berkolaborasi dengan Bank Sampah dan TPS 3R setempat itu menjadi prioritas utama untuk dilakukan agar sampah bisa terangkut, terpilah dan terolah sehingga bernilai ekonomis
Akan tetapi jika masyarakat setempat yang turun tangan langsung sebagai pelaku hendaknya aktif berkordinasi dengan pihak terkait jika tidak ditakutkan program dimaksud akan tidak tepat sasaran karna takutnya sampah hanya digeser dari sumber tanpa dilakukan pemilahan akan terdapat tumpukan-tumpukan sampah baru bahkan ada di zona tertentu karna terdapat supermarket, Mini Market, Rumah Makan, Perumnas maka benefit oriented (orientasi uang) akan terjadi ucapnya
“Buat kesepakatan aple to aple kepada pihak yang melakukan kerjasama”, tukasnya
Terpisah staf Bagian Pemerintah kantor walikota Jambi membeberkan memang belum. ada laporan terkait getor dikelurahan yang belum di fungsikan sampai dengan saat ini “kami belum dapat laporan terkait hal itu” kami baru dapat informasi dari media online, bebernya
Kami akan menindak lanjuti informasi ini, terima kasih bang atas informasi ucapnya kita akan memvalidasi kelurahan mana yang belum memfungsikan getor nya, mestinya kelurahan harus gercep karna mengingat getor sudah di distribusikan sudah hampir 2 bulan yang seharus sudah bisa difungsikan buat kepentingan masyarakat, pungkasnya
dikutif dari beberapa media online Wali Kota Maulana juga tegas mendesak para Lurah agar melaporkan sistem dan mekanisme pengelolaan sampah yang telah terbangun di wilayah masing-masing paling lambat dalam waktu satu bulan ke depan !!!
Sedangkan fisik kendaraan Getor didistribusikan ke kelurahan mengendap sudah hampir 2 bulan tanpa ada pemanfaatan yang disorot masyarakat (red)
Dalam keterangan singkat ketua Perkumpulan Pelapak Pemulung Republik Indonesia Provinsi Jambi (PPP-RI) Abdurrahman Shiddiq dalam keterangan singkat menyayangkan jika Getor yang diberikan pemerintah di masing-masing kelurahan tidak dimanfaatkan sejak digulirkan dengan dalih yang terkadang terkesan “gagap” padahal jelas jika kelurahan belum ada konsep terkait pengoperasionalan getor tersebut bisa bersinergi dengan pihak-pihak yang sudah berkecimpung, pungaksnya (net_red)
















