derapjambi.co_jaluko – Timbulan sampah yang dihasilkan lingkup Universitas Jambi bersumber dari limbah domestik rektorat, dekan, dosen mahasiswa tiap hari nya mencapai kurang lebih 1 ton dengan komposisi organik dan anorganik membuat pihak UNJA gerah pasalnya sudah menjadi sorotan banyak pihak, untuk mengatasi hal tersebut agar tidak semakin komplek Unja Undang Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Pelapak Pemulung Republik Indonesia (DPW PPP-RI) Provinsi Jambi.
Dilansir media (14/06) pihak Unja yang diwakilkan Jhon Lee Kordinator Substansi Umum dan Fadli Kasubag Rumah Tangga menyambut baik rencana Ketua DPW PPP-RI Provinsi Jambi Abdurrahman Shiddiq dan team yang mengajukan diri sebagai pihak yang siap mengelola sampah yang ada dilingkup Unja dengan konsep Bank Sampah dan TPS 3R (recyle,ruse,reduce) bebernya
Lanjut Jhon memang diakui nya selama ini pengolahan sampah yang ada saat ini tidak sesuai dengan peraturan yang ada mulai pusat hingga daerah dimana sampah hanya di geser ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan di musnahkan dengan cara dibakar, Pungkasnya
Masih dalam kesempatan yang sama Fadli menimpali jika kerjasama ini terlaksana apa yang Unja dapatkan tanyanya kepada Shiddiq yang langsung dijawab pertama persoalan sampah yang ada saat ini bisa teratasi, kedua menjadi sarana bagi mahasiswa berbagai jurusan untuk melakukan riset dan workshop terakhir nama baik sebagai Unversitas yang pertama di Sumatera yang menerapkan pengolahan dan pengelolaan sampah berbasis kampus dengan Metode Bank Sampah dan TPS 3R.
Dalam keterangan nya Yudha atas nama team PPP-RI dengan volume sampah yang cukup besar dengan rasio per harinya 1 ton Unja sudah harus wajib melakukan pengolahan sampah yang berbasis kampus dengan metode mendirikan bank sampah dengan melibatkan mahasiswa, dosen dekan hingga rektor dengan menekankan kepada mahasiswa untuk bijak kelola sampah hingga menyetorkan sampahnya yang terpilah di bank sampah
Sedangkan TPS 3R melakukan penekanan pengolahan sampah organik yang bisa dijadikan pupuk padat dan cair serta pembudidayaan ulat magot yang bermuara ke ekonomi sirkular pungkasnya
Ditambahkan Shiddiq urgensinya sampah dikelola menjadi atensi bagi UNJA yang tentunya akan menjadi sorotan apabila kontek tersebut bisa teratasi ataupun sebaliknya tentunya akan berdampak bagi kampus serta lingkungan dan dia (shiddiq) siap jika UNJA membutuhkan, tutupnya (red)
















